#TripAbal-Abal : Pantai Baron & Krakal, Jogjakarta

Kali ini saya ingin menceritakan tentang persinggahan saya di dua pantai yang ada di daerah Jogjakarta – Jawa Tengah.

Perjalanan ini terjadi tanggal 25 Desember 2012. Tepatnya ketika libur saat natal dan saya mudik ke Klaten – Jawa Tengah.

Oh ya, kali ini saya tidak sendirian untuk melaksanakan persinggahan ini, saya di temani oleh mama, bulik, paklik, dan juga precil-precilnya bulik yang jumlahnya ada 3, dan saya gemas dengan mereka. Soalnya mereka itu tampan-tampan. Bahkan ketika mereka mengantarkan saya kembali ke Jakarta, si Chandra anak bungsunya memamah-mamah pipi bulat saya ini dan dengan gemasnya dia berceloteh seperti anak kucing. Duh, Chandra….

Sebelum memulai perjalanan, saya janjian dengan keluarga bulik dirumahnya. Sampailah saya di Bero, Klaten untuk berangkat ke Jogjakarta. Here we go! Kita berangkat kakak.

Perjalanan kali ini di tempuh selama 2,5 jam dari Klaten menuju Jogja. Dan Paklik saya memilih jalan alternatif untuk mencapai ke Pantai Baron supaya tidak kena macet kalau melewati jalan utama Jogja-Solo. Dan, saya disuguhkan pemandangan hijau dari pegunungan yang ada di daerah Gunung Kidul. Aduhai, mata saya berubah bening! Ini gak ada duanya di Jakarta. 😀

Sampailah saya di gerbang masuk berbagai macam pantai yang ada di kawasan Jogjakarta tersebut. Tenang saja, untuk tiket masuknya tidak perlu khawatir mahal. Cukup Rp. 5.000,- per orang. Dan dengan tiket seharga itu kita bisa masuk ke beberapa pantai. Yuhuuuuuuuuuu, murah bukan?

Oh ya, sebenarnya waktu itu dalam mobil ada 6 orang jika precil-precil itu dihitung, tetapi dengan sigap paklik saya bilang. Hanya 4 tiket yang akan dibeli. Dan petugasnya pun meng-iyakan. Wuih, keren ya ternyata untuk pembayaran tiket masuknya bisa di kodein. Asalkan kitanya ramah saja, pasti petugas akan membantu untuk tidak menghitung anak-anak yang masih kecil. Jadi kami cukup membayar Rp. 20.000,- dengan 6 orang anggota dalam satu mobil. Dan untuk mobilnya tidak ada tiket masuknya. Saya kurang tahu kalau untuk bus pariwisata apakah ada tiket masuknya lagi atau tidak.

Pantai pertama yang di tuju adalah Pantai Baron. Disana cukup ramai dengan keluarga-keluarga yang ingin menikmati suasana pantai. Ada hal-hal yang membuat saya tertawa, ada beberapa keluarga yang paprasan dengan saya membawa peralatan piknik lengkap. Ada tikar, rantang, dan juga termos. =)) Aih, mereka seru banget!

Berhubung Baron ombaknya cukup besar, kami tidak ingin mendekati bibir pantai. Karena pantai Baron tersebut juga merupakan pantai untuk mencari ikan di laut. Jadilah banyak kapal-kapan nelayan berjejer rapi di bibir pantai. Kami menuju tempat ini untuk membeli oleh-oleh dan juga makan siang. menunya tetap seafood. Disini lengkap banget tangkapan lautnya. Ada ikan, cumi, udang, kerang dan sejenisnya. Tinggal dipilih apa yang ingin kita beli.

Tenang, untuk kisaran harganya tidak juga mahal. Karena disana makanannya sudah siap saji. Jadi kita tidak perlu khawatir tentang aroma amis yang akan membayangi langkah kita untuk jalan-jalan menyelurusi pantai seharian.

Kami membeli :

  • Tuna Bakar 1,5 Kg : Rp. 60.000,-
  • Udang Goreng Tepung 2 Kg : 120.000,-
  • Cumi Goreng Tepung 0.25 Kg : Rp. 25.000,-
  • Ikan Kutuk Goreng Tepung 0.5 Kg : Rp. 30.000,-

Dan itu sudah rata semua keluarga dapat oleh-oleh makanan diatas, juga untuk makan siang kami. Kami memutuskan untuk beralih ke pantai lainnya untuk menikmati hamparan pasir putih dan makan siang. Oh ya, untuk keluar dari Pantai Baron, kami harus membayar pakir mobil kami Rp. 5.000,- cukup membayar itu saja. Tidak ada embel-embel lainnya.

***

Perjalanan dilanjutkan untuk memilih beberapa pantai yang ada di kawasan Jogja. Tadinya precil bulik yang bernama Fendy itu merengek mengajak ke Pantai Indrayanti. Konon, pantai tersebut ramai karena ada kafe yang cukup menyenangkan.

Tetapi sebelum mencapai kearah Pantai Indrayanti, saya dan Precil Chandra udah merengek-rengek meminta memilih Pantai mana saja yang bisa dijangkau dengan cepat. Karena saya udah kelaperan sodara-sodara.

Jadilah Paklik memilih dan mencoba memasuki Pantai Krakal. Awalnya tidak begitu menjanjikan, karena Pantainya sepi banget. Dan, pas masuk cukup membayar Rp. 3.000,- untuk jasa parkir kendaraan. Sesudah melewati pos penjagaan, wawww, saya di buat kagum dengan bagusnya pemandangan yang ada di depan mata saya ini. Ohhh, what a beautiful cui! Ini namanya liburan murah dan menyenangkan. Ahak, ahak.

Saya langsung turun dan lepas sandal untuk menginjakkan kaki saya di hamparan pasir putih didepan mata saya ini. Mak jegagik. Panasnya masya allah membuat saya gindap-gindap. 😦

Akhirnya, saya memutuskan untuk makan dulu. Untuk memenuhi panggilan alam, dan menikmati hasil tangkapan nelayan yang kami beli tadi di Pantai Baron. Yuhuuu, Bulik saya membawakan tikar + rantang. Ternyata kali ini saya merasakan makan bersama keluarga di bibir Pantai itu menyenangkan!

Dan, inilah sebuah moment yang bisa saya abadikan dimana liburan ini saya menikmati dengan keluarga tercinta. Oh ya, untuk foto yang ujung kanannya tidak ada tanggalnya sudah di edit dan di percantik warnanya oleh kekasih saya. Jadi, semakin keren fotonya. hihihi. Terima kasih ya, Bang.

Seperti salah satu kutipan kalimat dari saya ke teman-teman saya dikantor tempo hari. Berjalanlah kalian memutari Indonesia yang penuh dengan tempat menarik, dibandingkan dengan Luar Negeri. Sungguh, Allah maha sempurna dengan segala ciptaan-Nya.

Jadi, kapan kalian mau berkeliling Indonesia? 😀

**Pantai Baron yang cantik***

Pantai Baron - NdueIMG_2003-1 IMG_2011-2 IMG_2017-1 IMG_2038-1 IMG_2041-2 IMG_2045-2 IMG_2049-1 IMG_2054-2 IMG_2053-2 IMG_2050-2 IMG_2051-1 IMG_2052-2 IMG_2058-1 IMG_2043 IMG_2021 IMG_2020 IMG_2005 IMG_2081 IMG_2071

 

Advertisements

14 thoughts on “#TripAbal-Abal : Pantai Baron & Krakal, Jogjakarta

  1. hai nduk? lama mbah ngga mampir ya, banyak celoteh dan oleh2 di sini, mungkin karena ndak dianter ke gubuke simbah yah ndak tahu deh banyak pipi gembul di sini
    #pantai : camar selalu cintai pantai… 🙂
    sayang fotonya satu dua muncul dan hilang lagi 😦 (kok ndak pakai slideshow?)

    • nah itu dia mbaaaah. aku ndak bisa namanya make slideshow.

      kepiye nggih? T_T

      pengene yo nganggo slide show, namingo ra ngerti corone. T_T wahahahahhahahaha. pipine makin gembul-gembul. terlebih pipiku yaaaaaa. T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: