Cinta Semanis Ice Cream Ragusa

image

Akhirnya saya bisa diberikan kesempatan dan tentunya rezeki untuk singgah dan mencicipi rasa manis dari ice cream Ragusa yang sudah ada sedari tahun 1932.

Ice cream Ragusa beralamat di Jl. Veteran 1. Posisinya dekat dengan Masjid Istiqlal yang bisa ditempuh dengan mudah oleh transportasi apapun. Kalau teman-teman ingin naik transjakarta, silahkan turun di Juanda. Setelah turun di Juanda, silahkan jalan ke arah Masjid Istiqlal, kemudian jalan me arah Jl. Veteran. Atau, ada yang naik kereta? Turun saja di Stasiun Juanda, lalu jalan me arah Masjid. Kebetulan saya dan kekasih saya kemarin menempuhnya dengan sepeda motor, jadi kalaupun kesasar bisa puter balik saja. Hahaha.

Niatnya ingin ke Ragusa, sudah ada sedari tahun 2012, tepatnya bulan September 2012. Kekasih saya yang tampan itu mengajak saya untuk merasakan ice cream tanpa bahan pengawet ini. Dan, memang baru kemarin diberikan kesempatan untuk berkunjung kesana, yippi!

image

Saya sempat canggung pada saat sampai di tempat yang ruame itu. Sebenarnya, kalau saya boleh mengusulkan mungkin tempat duduknya ditambahkan karena banyaknya pelanggan yang mengantre sambil bediri. Termasuk kami. 😐

Setelah memilah-milih mana yang akan saya pesan, akhirnya inilah pilihan saya dan kekasih saya.

image

Banana Split Ragusa seharga Rp. 30.000,-

image

Tutti Fruti Ragusa pilihan kekasih saya seharga Rp. 25.000,-

Kenapa wadahnya box? Bukan piring ciri khas Ragusa? Karena kami sudah pegal menunggu meja kosong, tetapi tidak juga kunjung sepi. Malah banyak pelanggan yang datang untuk mencicipi citra rasa ice cream ini. Sampai akhirnya kekasih saya mengusulkan ide untuk lebih menikmati ice creamnya, menikmati cuaca, menikmati kenangan, dengan duduk di trotoar depan Ragusa.

image

Tapi bener loh, justru saya merasakan rasa manis itu ketika saya makan ice creamnya duduk di trotoar, dibawah pepohonan, dengan jalanan yang sepi dan cuaca mendung, dan juga berdua dengan kekasih saya. Wuih.. the best moment ever. Yang saya suka dari icr cream Ragusa ini adalah rasa manisnya yang tidak buatan. Jadi gak gampang membuat saya kenyang ataupun mual. Dan juga menurut saya justru lebih enak tutti dibandingkan banana split. In my opninion lho ya..

Kalau teman-teman kepengin makan selain ice cream, jangan khawatir.. di depan toko Ragusa ada banyak penjual makanan. Ada tukang sate lontong, manisan, kue cubit, es puter, pempek, otak-otak. Jadi jangan khawatir kelaperan ya..

Nah, ini cerita saya tentang persinggahan saya di Ragusa. Sepertinya Ragusa buka setiap hari, tetapi tidak sampai malam. Karena sewaktu saya kesana di waktu sore hari.

Ragusa merupakan tempat untuk melihat dan merasakan bangunan-bangunan tua dan tempat bernostalgia waktu dan kenangan. Terima kasih banyak untuk kekasih saya yang tampan dan manis untuk tlaktirannya, cerita, dan juga kenangan yang dibagi bersama. Yiay! Jangan kapok buat kesana lagi ya.. =)) *kabur ah*

image

Selamat makan, dan silahkan dicoba. 😉

Jakarta, 04 Februari 2014
00.05 wib.

Advertisements

2 thoughts on “Cinta Semanis Ice Cream Ragusa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: