Bali, Here We Go!! – Part 1 – Gallery Indosat

Hai, apa kabar kalian? Yipii, finally saya bisa menuliskan sekilas perjalanan ke Bali bersama keluarga kecil saya. Hanya ada Mama, saya, dan Mbak Titis.

Sebenarnya perjalanan ini sendiri setengah matang. Karena mengingat harus ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli tiket, belanja disana, dan tentunya paketan tour disana. Lagi-lagi saya hanya bisa berkata ini akan terjadi, tetapi hanya lewat mimpi.

Sampai akhirnya dengan rencana yang tidak matang tersebut, muncullah bulan dimana kami menyepakati untuk pergi bersama. Bulan tersebut adalah Mei. Setelah menentukan bulannya, pasti kemudian mencari tiket dengan harga yang masih masuk akal. Dapatlah kami tiket pulang-pergi menggunakan Maskapai Lion Air. Berangkat hari Kamis 14 Mei 2014, dan kembali hari Sabtu 16 Mei 2014. Cukup 3 hari 2 malam kami disana.

Untuk kemudian mencari agent tour yang bisa membantu kami untuk menyediakan paket hemat tetapi kualitasnya tidak menghemat. Bersyukur, Allah memberikan jalan terbaik. Mama saya yang kerja di darsatour mempunyai rekanan agent di Bali, dimana harga tersebut menyesuaikan budget yang kami miliki. Dan akhirnya liburan itu tinggal menghitung hari. Semua sudah disetujui, dan tentunya sudah dibayarkan lunas. Alhamdulillah.

Tibalah sehari sebelum keberangkatan kami ke Bali. Saya dan Mbak Titis tentunya tidak bisa tidur. Maklum kami saking senangnya sampai-sampai kepikiran dan tidak bisa tidur. Takut ketinggalan pesawat. Iya, kami kan wong ndheso begitu. Dan baru teringatlah ketika teman hidup saya, yaitu Samsung Galaxy Grand-2 saya belum mempunyai kartu untuk saya gunakan sebagai mobilitas disana. Dengan inisiatif saya dengan Mbak Titis akhirnya kami memotong kartu itu sendiri.

Mau tahu dengan apa?

Hanya dengan keyakinan bahwa kami bisa. Tidak ada alat seperti yang ada di counter-counter itu. Hanya berbekal gunting dan niat serta nekat. Untuk bahan uji coba ini saya diberi kartu perdana sama Mbak Titis yang baru ada 2. Saya sendiri punya stock kartu perdana yang sudah kadaluarsa, atau sudah tidak digunakan lagi ada 3. Dan tentunya dengan 1 kartu yang saya gunakan dan masih terpasang di handphone yang lama.

Ujicoba pertama. Berhasil. Memakan waktu 1 jam.

Ujicoba kedua. Gagal. Memakan waktu 0.5 jam.

Ujicoba ketiga. Berhasil. Hanya butuh waktu 15 menit saja.

Ujicoba keempat. Berhasil. Butuh waktu hanya 10 menit saja.

Merasa sudah yakin dengan ujicoba kartunya, akhirnya dengan modal nekat dan keyakinan penuh. Kartu utamanya saya langsung potong saja.

*krek*

Bagai tercabik hati saya. Kartu itu terpotong dengan potongan yang errrrrrr. Haduh menyakitkan! Sayangnya saja saya tidak foto kalaupun saya foto pasti akan menjadi bahan tertawa kalian semua. 😦 dan kemudian kartunya saya coba di handphone, saya masukkan kembali dengan harapan besar, dan potongan lempengan itu sesuai dengan clip yang ada di handphone.

Tarra.

No Simcard *tear* *nangis*

Saya lemas seketika, pasti ujicoba ini gagal total. Saya murka, sampai-sampai saya gunting habis kartunya hanya tinggal lempengan saja, tidak lagi tersisa dinding-dinding selain lempengan.

Waktu menunjukkan pukul 03.00. dan saya harus berangkat besok pagi jam 06.00.

Saya masukkan kembali kartunya dan….

No Simcard.

Kali ini saya pasrah dan lemas. Saya bingung besok mau komunikasi dengan apa ke rekan kantor, atasan, atau kekasih saya. Saya galau. Dan saya merasakan kegalauan dini hari.

Dengan inisiatif saya dan Mbak Titis akhirnya mencari letak Gallery Indosat untuk mengganti kartu saya yang rusak dengan disengaja oleh gunting yang meremukkan hati saya. Setelah mencari melalui bantuan Mbah Google, saya menemukan alamat di Jl. Raya By Pass Ngurah Rai. Dan semoga lokasi tersebut bisa saya temukan. Berharap seperti itu.

Waktu keberangkatan tiba. Dan saya merasa menjadi anak gagal gahul karena tidak bisa checkin di social media. Saya hanya bisa manyun menyesali tidakan konyol malam tadi. Saya merengek-rengek Mama untuk membantu saya menemukan letak Gallery Indosatnya. Dan Mamapun menyetujuinya. I Love You, Mom.

Butuh waktu 1,5 jam penerbangan kali ini dengan perbedaan waktu 1 jam antara Bali dengan Jakarta. Saya sampai di sana jam 11.00. Tibalah saatnya bertemu dengan Bli Made! Yiayyyy. He’s so georgeus! Langsung kami makan di tempat makan yang sudah Bli Made tentukan.

Alhamdulillah makanannya enak. Soalnya seleranya manis. Jadi saya makan dengan lahap.
Setelah makan saya semakin merasa menjadi anak gagal gahul. Karena hanya bisa memandangi foto tanpa berbagi dengan teman-teman di social media. *dikepruk*

Dan saatnya mencari Gallery Indosat. Bli Made sempat kebingungan alamatnya dimana, karena ternyata di Bali itu banyak sekali Jalan Raya By Pass. Tetapi pucuk dicinta ulam tiba, tahu-tahu Gallerynya sudah didepan mata. Dan tinggal membelokkan mobil ke halaman Gallery Indosatnya. Yang ternyata dekat dengan Bandara hanya setengah jam saja. Kalau teman-teman juga mengalami kendala yang sama dengan saya, yakni salah motong kartu 😐

Setelah bertemu Pak Satpam, dan menunggu antrean, tak lupa saya memoto Mama dan Mbak Titis juga tentunya saya sendiri. Sebagai bukti bahwa saya pernah ketempat ini, dan saya mendapatkan nomor yang sama dengan kartu yang berbeda di kota ini.

“Boleh saya lihat kartunya, Mbak?” Tanya Mbak CS yang cantik dan baik hati.

“Silahkan, Mbak.”

“Yah Ampun kenapa ini bisa begini?”

“Iya Mbak. Saya salah potong.”

“Motongnya menggunakan apa, Mbak?”

“Gunting saja.”

Dan Mbaknya ketawa. Fine, saya merasa menjadi orang paling errrrrrrrrrrr. Bodoh. 😐

Tak butuh waktu berapa lama. Akhirnya kartu saya selesai, dan dipotong menggunakan alatnya. Tinggal krek selesai sudah. Kartu saya bisa digunakan lagi. Semua itu gratis. Apah gratis? Iyaaaa!! Gratis tanpa biaya sepersen pun. *syeneng!

“Lho udahan, Mbak?” Bli Made belum masuk udah mau keluar lagi

“Sudah, Bli. Cepet kan?”

“Iya, Mbak. Tapi itu beneran jauh-jauh dari Jakarta hanya untuk memotong kartu di Kuta?”

“Iya Bli. :|”

Dan Bli Made juga tertawa. Dan saya semakin sedih.

“Sini saya ambil foto buat kenang-kenangan.”

“Iya Bli. Kartunya tidak akan saya lupakan seumur hidup saya.”

“Hahaha. Iya Mbak. Abisnya antik, ya?”

“Iyaaaaaaaaa Bli.”

Dan saya, Bli Made, Mama, Mbak Titis melebur tertawa bersama. Well, perjalanan selanjutnya akan segera dimulai. Terima kasih untuk semuanya yang sudah membantu saya dalam memperoleh kartu ini sehingga satu jam kemudian saya bisa menjadi anak gahul kembali. Sebentar-sebentar foto, sebentar-sebentar berbagi foto. Yiay!

-To Be Continued-

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

2 thoughts on “Bali, Here We Go!! – Part 1 – Gallery Indosat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: