Judul Skripsi Aja Dulu

“Nduk bangun, udah jam 7 pagi… katanya mau kuliah.”

Makjang! Saya kesiangan bangun pagi minggu ini. Janji ketemu dosennya jam 7 pagi, dan saya masih belum apa-apa jam 7. Jangan ditanya saya ngantuk atau tidak, pastinya mengantuk sekali. Malam minggu saya tak lagi menyenangkan, setelah saya harus membaca segambreng-gambreng jurnal yang ada. Kemudian, setelahnya saya harus menandai mana-mana saja yang harus diambil.

Ah.. Ibu dosennya saja sudah ada dikampus, kenapa saya masih ada dirumah. Saya benar-benar dibikin salut sama Ibu dosen pembimbing saya yang ontime di hari minggu pagi jam 7 tepat sudah ada dikampus. Ketika banyak dari ruang dosen masih kosong, ruangan Ibu itu sudah terisi dengan semangat dari para murid bimbingan dan juga Ibu dosen yang sedang mencurahkan perhatian dan ilmunya.

Saya langsung bergegas mandi, kemudian siap-siap. Bersyukur Mama saya orang yang mengerti keadaan anaknya. Disaat krisis karena memang bulan-bulan keprihatian masih menyambangi saya, Mama menjadi satu-satunya orang yang dengan penuh perhatian dan kasih sayangnya menyiapkan sarapan untuk saya pagi itu.

Kalideres-Meruya cukup 20 menit saja. Entah, saya seperti Rossi gagal dari kalideres. Saya gragapan, intinya saya harus sampai kampus tepat jam 8 pagi. Setelah itu, saya mendapat kabar dari sama-sama rekan bimbingan, bahwa Ibunya hanya sampai jam 8 pagi saja. Lari-larianlah saya dari parkiran menuju ruangan Ibu dosennya. Dan ketika saya memasuki ruangan Ibu dosennya sudah ada anak-anak lain yang mengantre. Dan saya adalah urutan terakhir mengantre.

Saya deg-degan luar biasa ketika menunggu beberapa rekan saya dipulangkan untuk mencari jurnal yang lain. Saya tahu rasanya seperti apa, karena pernah juga saya tuliskan pada postingan sebelumnya. Makanya saya deg-degan ketika tiba giliran saya. Karena ini kali ketiga saya menghadap Ibunya, dan semoga saja kali ini ada titik temu antara saya dengan Ibunya.

Ibu dosen saya akhirnya marah. Ketika dia mengetahui saya belum sepenuhnya siap menghadap beliau. Bahkan dia mengancam mau pulang karena saya kelamaan menulis variable-variabel dari setiap jurnal yang saya bawa. Saya tidak marah atau sakit hati padanya, yang saya salahkan justru kenapa saya bisa seceroboh ini. Kenapa saya tidak belajar untuk mempersiapkan semuanya baru menghadap beliau. Saya ini benar-benar mahasiswi macam apa, kalau membaca saja saya sudah dihinggapi rasa malas. 😦 percayalah, Bu.. saya tidak akan mengulangi hal-hal seperti kemarin. Saya berjanji akan merubah sikap saya ini.

Sampai akhirnya saya temukan beberapa variabel, dan Ibu dosen akhirnya menyetujui dari judul skripsi yang saya akan kerjakan selanjutnya. Betapa saya mau menangis bahagia saat itu. Saya benar-benar merasakan indahnya proses itu sendiri. Walaupun saya tidak boleh terlalu bahagia karena judul saya belum berarti apa-apa. Skripsi yang baik adalah yang selesai. Udah itu saja intinya.

Disaat ibunya bicara, besok harus BAB 1 menghadap ke saya lagi. Duh rasanya semacam saya sekarang ditungguin sama kekasih saya. *ini kekasih yang mana coba dijelasin* *ngenes* =)) jadi semacam saya ditungguin seseorang untuk memberikan kepastian hubungan selanjutnya. *halagh

Dan ketika saya bertemu dengan teman-teman yang lain mereka seakan tidak percaya bahwa saya baru sebatas judul. Belum sekeren mereka yang skripsinya sudah dicoret-coret oleh dosen pembimbingnya sampai BAB 3. Tak apa, seorang pemenang yang baik adalah yang menikmati setiap prosesnya dengan secara perlahan tetapi pasti bukankah begitu? *self support aja ini*

Baiklah, saya mencoba menyusun BAB 1 saat ini. Semoga pengajuan saya selanjutnya berjalan lancar. Ya tapi kalau masih harus di revisi itu berarti saya masih harus belajar lagi. Dan saya harus semangat! Pasti bisa! Ciayooooo…

Jakarta, 15 September 2014

22.50 WIB

sign

Advertisements

4 thoughts on “Judul Skripsi Aja Dulu

  1. Semangat mbak,,malah bagus klo dosen itu ketat n tegas gitu, jadi ntar kualitas skripsimu bnran bagus. daripada dosen yang kasih mudah n terima trus, malah ga ada manfaatnya buat ke depan nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: